Fungsi printf()

Langsung aja ke pembahasannya, fungsi printf() digunakan untuk menampilkan data ke layar. Bentuk umum dari fungsi ini adalah

printf(“string control”,argumen1,argumen2,…);

Ada beberapa format yang bisa dipakai dalam penggunaan fungsi ini.
•%c untuk menampilkan sebuah karakter
•%s untuk menampilkan sebuah string
•%u untuk menampilkan data bilangan tak bertanda(unsigned) dalam bentuk desimal
•%d untuk menampilkan bilangan integer bertanda(signed) dalam bentuk desimal•%i untuk menampilkan bilangan integer bertanda(signed) dalam bentuk desimal

•%o untuk menampilkan bilangan bulat tak bertanda dalam bentuk oktal
•%x untuk menampilkan bilangan bulat tak bertanda dalam bentuk heksadesimal (dengan notasi yang dipakai : a, b, c, d, e, dan f)
•%X untuk menampilkan bilangan bulat tak bertanda dalam bentuk heksadesimal (dengan notasi yang dipakai : A, B, C, D, E dan F)
•%f untuk menampilkan bilangan real dalam notasi : dddd.dddddd
•%e untuk menampilkan bilangan real dalam notasi eksponensial
•%E untuk menampilkan bilangan real dalam notasi eksponensial
•%g untuk menampilkan bilangan real dalam bentuk notasi seperti %f, %E, atau %F bergantung pada kepresisian data (digit 0 yang tak berarti tak akan ditampilkan)
•%G untuk menampilkan bilangan real dalam bentuk notasi seperti %f, %E, atau %F bergantung pada kepresisian data (digit 0 yang tak berarti tak akan ditampilkan)
•l merupakan awalan yang digunakan untuk %d, %u, %x, %X, %o untuk menyatakan long int (misal %ld). Jika diterapkan bersama %e, %E, %f, %F, %g atau %G akan menyatakan double
•L merupakan awalan yang digunakan untuk %f, %e, %E, %g dan %G untuk menyatakan long double
•h merupakan awalan yang digunakan untuk %d, %i, %o, %u, %x, atau %X, untuk menyatakan short int

Contoh :
#include

main()
{
float x=251000.0f;
printf(”Format e = %e\n”, x);
printf(”Format f = %f\n”, x);
printf(”Format g = %g\n”, x);
}

Hasil eksekusi
Format e =2.510000e+05
Format f =251000.000000
Format g =251000

Untuk menentukan panjang medan dari tampilan data, sesudah tanda % dalam penentu format dapat disisipi dengan bilangan bulat yang menyatakan panjang medan, misalnya :

printf(“Abad %4d”, 20);

Hasilnya

Sedangkan untuk data yang berupa bilangan real, spesifikasi medannya berupa :

m.n m = panjang medan
n = jumlah digit pecahan
misal:
printf(”Harga : Rp %8.2f\n”, 500.0);

Untuk data string :

printf(“%12s”, “STT DUTA BANGSA”);

printf(“%-12s”, “STT DUTA BANGSA”);

Ada beberapa fungsi yang memiliki fungsi hampir sama dengan printf, yaitu :
•Fungsi puts() : menampilkan string
puts(”STT DUTA BANGSA”);
sama dengan
printf(”STT DUTA BANGSA\n”);

•Fungsi putchar() : menampilkan karakter
putchar(’g’);
sama dengan
printf(”%c”,’g’);

Iklan

Fungsi scanf()

Berikutnya setelah kita mengetahui fungsi dari fungsi printf() maka diperlukan adanya fungsi scanf()sebagai penerima input data dari keyboard. Penentu format dalam fungsi ini pada dasarnya sama dengan yang dugunakan pada fungsi printf(). Bentuk umum dari fungsi scanf() adalah:

scanf(”string kontrol”,daftar_argumen);

daftar_argumen dapat berupa satu atau bebrapa argumen dan haruslah berupa alamat. Misalnya hendak membaca bilangan real dan ditempatkan ke variabel radius, maka yang ditulis dalam scanf() adalah alamat dari radius. Untuk menyatakan alamat dari variabel, di depan variabel dapat ditambahkan tanda ’&’ (tanda & dinamakan sebagai operator alamat)

Contoh:
scanf(”%f”,&radius);
scanf(”%d %d”,&data1, &data2);

Penentu format dari fungsi scanf() antara lain:

%c membaca sebuah karakter
%s membaca sebuah string
%i atau %d membaca sebuah integer desimal
%e atau %f membaca sebuah bilangan real (bisa dlm bentuk eksponensial)
%o membaca sebuah integer oktal
%x membaca sebuah integer heksadesimal
%u membaca sebuah integer tak bertanda
l awalan untuk membaca data long intatau untuk membaca data double
L awalan untuk membaca data long double
H awalan untuk membaca data short int

Ada bebrapa fungsi yang digunakan sebagai inputan data, yaitu
•Fungsi getch() : membaca karakter dan tidak ditampilkan
•Fungsi getchar() : membaca karakter dan ditampilkan

Contohnya
kar = getchar();
scanf (”%c”,&kar);

aq ada contoh untuk menggunakan funsi scanf(), yaitu program untuk menghitung luas dan keliling bujursangkar.

#include
main()
{
int luas, keliling, panjang_sisi;
printf(”Masukkan panjang sisi bujursangkar : ”);
scanf(”%d”,&panjang_sisi;
luas = panjang_sisi * panjang_sisi;
keliling = panjang_sisi * 4;
printf(”\nData bujursangkar\n”);
printf(”Panjangsisi =%6d\n”, panjang_sisi);
printf(”Luas =%6d\n”, luas);
printf(”Keliling =%6d\n”, keliling);
}

Pernyataan-if

Pernyataan-pernyataan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan adalah :

1. pernyataan if
2. pernyataan if-else
3. pernyataan switch

Tanpa panjang lebar langsung aja kita bahas mulai awal. Pertama adalah pernyataan if
1.Pernyataan if
Sintak dari pernyataan ini adalah:
if (kondisi)
pernyataan;

Dari sintak itu dapat dilihat bawa jika kondisi benar maka pernyataan akan dilakukan. Pernyataan bisa satu statement atau beberapa statement. Jika pernyataan lebih dari satu gunakan tanda ‘{‘ dan ‘}’ untuk mengelompokkan pernyataan2 itu.

Langsung aja aq kasih contohnya :

#include
main()
{
float total_pembelian, discount = 0;
printf(“Total pembelian = Rp “);
scanf(“%f”,&total_pembelian);
if(total_pembelian >=100000)
discount = 0.05 * total_pembelian;
printf(“Besarnya discount = Rp %6.2f\n, discount);
}

2.Pernyataan if-else

Sintak:

if {kondisi}
pernyataan1;
else
pernyataan2;

if

Ket: Jika kondisi benar maka pernyataan1 dilakukan dan jika kondisi salah maka pernyataan2 dilakukan

Contoh :

#include
main()
{
int minim,nilai1,nilai2;
printf(“Masukkan 2 buah nilai : “);
scanf(“% %d,&nilai1, &nilai2);
if(nilai1 < nilai2)
minim = nilai1;
else
minim = nilai2;
printf(“\nNilai minimalnya adalah : %d\n”,minim);
}

Nested-if

Nested-if

Kita sudah pernah membahas masalah pernyataan if ataupun if-else itu sendiri, kemudian kita mungkin akan berpikir apakah bisa di dalam pernyataan if itu ada pernyataan if lagi. Jawabannya sangat bisa, kita bisa menggunakan nested-if ato klo di bahsa indonesiakan adalah if dalam if.. Bentuk umum dari pernyataan ini adalah:

if (kondisi-1)
if (kondisi-2)
.
.
if (kondisi-n)
pernyataan;
else
pernyataan;
.
.
else
pernyataan;
else
pernyataan;

langsung aja aq kasih contoh sederhananya saja.

#include
{
int x,y;
printf (“masukkan 2 buah nilai : ”);
scanf (“%d %d”,&x,&y);
if (x > 0)
if (y > 0 )
printf (“\\nNilai x dan y adalah positif\\n”);
else
printf( “\\nNilai x positif dan y negatif\\n”);
else
printf (“\\nNilai x negatif\\n”);
}

Ternary Operator

Memiliki bentuk umum

Kondisi1 ? ungkapan1 : ungkapan2;

Jika kondisi bernilai benar,
Maka nilai ungkapan kondisi berupa ungkapan1
Jika kondisi bernilai salah,
Maka nilai ungkapan kondisi berupa ungkapan2

nested1

Hasil sama dengan program if :

if (nilai1 > nilai2)
max = nilai1;
else max = nilai2;

langsung aja ke contoh programnya:

#include
main()
{
float nilai1, nilai2, max;
printf(“Masukkan dua buah nilai : “);
scanf(“%f %f,&nilai1,&nilai2};
max = (nilai1 > nilai2) ? nilai : nilai2;
printf(“Nilai terbesar = %g\\n”,max);
}

switch

Switch

Di sini fungsi pernyataan switch adalah sebagai pengganti pernyataan if bertingkat (else –if)

Bentuk umumnya adalah:

switch (ekspresi)
{
case konstanta-1:
pernyataan-11;
………..
break;
case konstanta-2;
.
.
case konstanta-n:
pernyataan-n1;
………..
break;
default:
………..
break;
}

Contoh programnya:
#include<stdio.h>
main()
{
int valid_operator=1;char operator;
float number1,number2,result;
printf(“Masukkan 2 buah bilangan dan sebuah operator :n”);
printf(“dengan format : number1 operator number2nn”);
scanf(“%f %c %f”,&number1,&operator,&number2);
switch(operator)
{
case ‘*’ :
result=number1 * number2;
break;
case ‘/’ :
result=number1 / number2;
break;
case ‘+’ :
result=number1 + number2;
break;
case ‘-‘ :
result=number1 – number2;
break;
default  :
valid_operator = 0;
}
if(valid_operator)
printf(%g %c %g is %g n”,number1,operator, number2, result);
else
printf(“Invalid operator!n”);
}