List Proxy

28 juli 2009

mulai kini Kami menampilkan List Proxy untuk menunjang Browsing anda,kami tidak menampilkan tutorial penggunaan proxy,karena kami anggap anda semua sudah bisa:)

so,…berikut ini listnya:

High anonymous

212.102.0.104:8080
69.64.68.137:3128
69.64.87.149:3128
69.64.70.242:3128
202.198.173.41:8088
152.3.138.4:3127
152.003.138.004:3124
152.3.138.4:3124
152.3.138.4:3128
121.167.218.125:8080
152.003.138.004:3127
41.194.4.84:80
212.102.0.104:80
203.157.169.10:80
193.252.53.103:80
62.43.196.137:3128
24.155.96.93:80
69.64.89.84:3128
69.64.94.59:3128
69.64.84.203:3128

anonymous proxy

203.30.254.117:8080
75.73.185.128:80
218.103.42.27:80
195.87.102.7:80
122.200.52.124:80
203.152.25.67:3128
83.12.108.154:3128
60.253.119.18:8080
190.207.252.233:3128
193.220.51.25:3128
203.89.24.110:8080
201.243.184.186:8080
201.210.1.168:8080
71.7.208.239:8080
202.138.248.30:8080
190.75.70.250:8080
202.138.228.203:80
88.41.111.190:8080
160.78.84.1:443
61.8.65.202:3128

Iklan

CONTOH PROGRAM (pascal bag:VIII)

Program 1 : menghitung luas/keliling bangunan

Yup… sekarang kita buat program yang pertama, menghitung luas dan keliling bangunan. Bangunan yang dijadikan contoh adalah segitiga. Perhatikan contoh di bawah ini:

1: Program Menghitung_Luas_dan_Keliling;

2: var alas, tinggi, sisimiring, luas, keliling: real;

3: Begin

4:   writeln(‘MENGHITUNG LUAS DAN KELILING SEGITIGA’);

5:   writeln(‘————————————-‘);

6:   write(‘Masukkan alas : ‘);readln(alas);

7:   write(‘Masukkan tinggi : ‘);readln(tinggi);

8:   luas:= 0.5*alas*tinggi;

9:   sisimiring:=sqrt(sqr(alas)+sqr(tinggi));

10:   keliling:= alas+tinggi+sisimiring;

11:   writeln;

12:   writeln(‘luas segitiga : ‘, luas:0:2);

13:   writeln(‘keliling segitiga : ‘, keliling:0:2);

14:   readln;

15: end.

Pada baris 6 dan 7 adalah tempat memasukkan alas dan tinggi segitiga yang akan diproses di baris 8 sampai 10. Ingat kan rumus menghitung sisi miring segitiga? yaitu akar dari jumlah kuadrat sisi-sisinya. Fungsi “sqrt” adalah untuk mengakarkan dan sqr untuk mengkuadratkan.

Sekarang kebaris 12 dan 13. Apa yang beda hayoo…? betul.. setelah variabel luas dan keliling dicetak ke layar ada tambahan “:0:2”. Itu artinya :banyaknya alokasi angka:jumlah desimal.

Gampangkan? iya donk, kan tinggal maen logika… 😀

Baca lebih lanjut

DATABASE (pascal bag :VII)

Rasanya gak lengkap kalo buat program tapi gak bisa nyimpen data. Yang bakal dijelasin di sini adalah file bertipe, artinya harus disebutkan dulu tipe file tersebut, apakah integer, long integer, string, char atau bahkan record. Berikut ini adalah daftar prosedur dan fungsi yang berhubungan dengan program database file bertipe (no 12 sampai 16 hanya untuk file teks).

Procedure Assign (var f, NamaFile: string);

Procedure Rewrite (var f);

Procedure Reset(var f);

Procedure Close(var f);

Procedure Write(var f, var1 [, var2, …, varn]);

Procedure Read(var f, var1 [, var2, …, varn]);

Function Eof(var f): Boolean;

Function FilePos(var f): longint;

Function FileSize(var f): longint;

Procedure Seek(var f, N: longint);

Procedure Truncate(var f);

Function Eoln(var f:text):boolean;

Function SeekEoln(var f:text):boolean;

Function SeekEof(var f:text):boolean;

Procedure Flush(var f:text);

Procedure SetTextBuf(var f:text, var buf[, ukuran: word]);

Penjelasannya di bawah ini:

Pengacuan suatu file melalui variabel file. Setiap ingin melakukan manipulasi atau yang lainya, harus melakukan ini dulu

Apabila file tidak ada, maka file itu akan terbentuk. Tetapi bila ada, maka isi file itu akan hilang.

Membuka file yang sudah ada, tetapi tidak menghapus isinya

Menutup suatu file (lakukan setelah setelah file itu di manipulasi)

Mengisi file dengan data. (apabila filenya bertipe text, maka writeln bisa digunakan)

Membaca isi file. (apabila filenya bertipe text, maka readln bisa digunakan untuk membaca perbaris)

Memeriksa akhir file. Hasilnya akan True bila posisinya diakhir dan False apabila tidak diakhir. Biasa digunakan untuk membaca/mengubah data.

Mengetahui posisi file sekarang. Penomoran data mulai dari 0.

Mengetahui jumlah data yang ada.

Memindahkan posisi file. Data pertama bernilai 0.

Menghapus data dari posisi sekarang sampai akhir file

Menghasilkan status akhir baris file teks. Nilainya akan true kalau diakhir baris atau Eof memberikan nilai True.

Sama seperti Eoln, tetapi spasi dan tab diabaikan.

Sama seperti Eof, tetapi mengabaikan spasi, tab ataupun tanda akhir baris

Mengosongkan penyangga (buffer) file teks yang dibuka untuk keluaran (perekaman). Prosedur ini menjamin bahwa data yang direkam benar-benar telah disimpan ke file (normalnya, data akan disimpan ke file kalau penyangga file sudah penuh)

Menentukan ukuran penyangga yang digunakan file. Dipanggil setelah assign. Semakin besar semakin cepat pemrosesannya, defaultnya 128 byte.

Bila ada tulisan var f, itu artinya variabel file. NamaFile artinya nama databasenya (bila perlu pathnya). var1 artinya variabel yang bersesuaian dengan tipe filenya. N artinya data ke-N. Bila dalam bentuk fungsi, maka ia akan mengembalikan nilai tergantung jenisnya (apabila boolean maka akan mengembalikan True atau False, bila longint akan mengembalikan angka).

Waahhh… banyak yach? emang gitulah… Bahkan ada lagi yang lain loh untuk file tak bertipe. Prosedur dan fungsi di atas gua ambil dari bukunya pak Ir. Abdul Kadir, Pemrograman Pascal. Bukunya bagus juga, ada 2 jilid tebel-tebel tapinya :D. O iya, di sini gua gak ngasih contohnya loh… abis kepanjangan kalo ditulis di sini.Untuk contoh-contoh penggunaan prosedur dan fungsi di atas bisa di lihat di Program 9.

ARRAY DAN RECORD (pascal bag:VI)

Pernahkah kamu membayangkan bila kita mau membuat program toko buah-buahan. Jika ada 3 jenis buah-buahan (melon, duku dan mangga) berarti kita harus mempunyai tiga variabel untuk masing-masing jenis buah. Tetapi betapa sulitnya jika toko itu punya 10 atau 20 jenis yang berbeda. Solusinya adalah gunakan array. Array itu adalah tipe data terstuktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagaimana cara kerjanya? yaitu dengan menggunakan index (semacam penanda). Perhatikan contoh:

1: Program Tutorial5_Array;

2: var buah: array [1..3] of string;

3:     i: integer;

4: Begin

5:   For i:=1 to 3 do

6:     begin

7:       write(‘Masukkan buah-buahan ke ‘,i , ‘ : ‘);readln(buah[i]);

8:     end;

9:   writeln;writeln(‘Isi buah-buahan yang dimasukkan tadi adalah : ‘);

10:   For i:= 1 to 3 do

11:     writeln(‘buah ke’, i ,’ : ‘, buah[i]);

12: End.

Lihat pada baris ke 7. Dengan hanya menggunakan satu nama variabel yaitu buah, kita bisa menyimpan 3 nilai yang berbeda. Misalkan yang kita masukkan adalah melon, duku dan mangga. maka buah[1] bernilai melon, buah[2] bernilai duku dan buah[3] bernilai mangga. Untuk mencetak isi variabel yang sudah disimpan di array tadi caranya bisa dilihat di baris ke 11.

Bagaimana, gampangkan? setelah mengetahui cara menggunakan array, sekarang kita belajar menggunakan record. Tidak seperti array, record adalah jenis tipe data terstruktur yang berisi beberapa data, yang masing-masing dapat berlainan tipe. Perhatikan contoh:

1: Program Tutorial5_Record;

2: type buah = record

3:      nama: string;

4:      harga: longint;

5: end;

6: var data:buah;

7: Begin

8:   write(‘nama buah: ‘);readln(data.nama);

9:   write(‘harga buah: ‘);readln(data.harga);

10:   write(‘ditampilkan’);

11:   write(‘nama’);readln(data.nama);

12:   writeln(‘harga’);readln(data.harga);

13: End.

Apa yang bisa kamu ambil kesimpulan dari program di atas? Bingung? Jadi gini, dengan menggunakan record (di sini bernama buah) kita bisa membuat tipe data yang berisi beberapa data yang berlainan tipe (nama dengan jenis string, dan harga dengan jenis long integer) yang ini disebut field.

Perhatikan baris ke 6, di situ dideklarasikan bahwa variabel data bertipe buah. Otomatis yang dimiliki buah (nama dan harga) dimiliki juga oleh data. Setelah itu lihat baris ke 8 dan 9. Nama buah disimpan dalam field nama dan harga buah disimpan di dalam field harga. Untuk bisa menyimpan data di field, urutannya harus variabel.field (contohnya di sini data.nama atau data.harga). Begitu juga bila kita ingin menampilkan isi field tersebut.

Tipe data seperti ini sangat berguna kedepannya loohh… Apalagi jika digabungkan dengan array.

PROSEDUR DAN FUNGSI (pascal bag:V)

Misalnya kita punya rumus menghitung luas segita, apa yang kamu lakukan bila rumus itu ingin kamu tulis ditiga tempat yang berbeda? apa kamu akan ccp (copy, cut dan paste)? emang bisa sih diperbanyak dengan yang gituan, tapi boros memori dan berabe kalo rumus yang kita tulis ternyata salah, berarti kita harus betulin di tiga tempat juga. Untuk mempermudahnya gunakan Prosedur atau Fungsi.

1: Program Tutorial4_Prosedur;

2:

3: Procedure Tampil;

4: begin

5:   writeln(‘Hi…’);

6:   writeln(‘Apakabar’);

7: end;

8: Begin

9:   Tampil;

10:   writeln(‘yang di atas menggunakan prosedur loohh…’);

11: End.

Apa yang dilakukan program di atas? Coba lihat baris ke-3 sampai 7. Itulah yang disebut prosedur. Program utamanya mulai dari baris ke 8 sampai 11. Pada baris ke 9 prosedur yang kita buat sebelumnya dipanggil dan dieksekusi. Ini outputnya

Hi…

Apakabar

yang di atas menggunakan prosedur loohh…

Selain itu prosedur dan fungsi bisa di taruh variabel lohh… Perhatikan contoh penggunaan fungsi di bawah ini:

1: Program Tutorial4_Fungsi;

2: var hasil: integer;

3: Function Itung(a, b : integer) : integer;

4: begin

5:   itung:=a+b;

7: end;

8: Begin

9:   hasil:=itung(7, 9);

10:   writeln(‘Hasil 7 + 9 sama dengan ‘, hasil);

11: End.

Baris 3 sampai 7 adalah fungsi. Tapi perhatikan bentuk fungsinya, ada pendeklarasian variabel a dan b. Coba liat baris ke 9 ketika fungsi itung dipanggil. Di sana tertulis “itung(7, 9)”, secara otomatis a akan mendapat nilai 7 dan b mendapat 9. Bagaimana jika ditulis “itung(3,5,6)”? Jelas gak bisa karena dialokasikan hanya 2 variabel. Hasil penjumlahan a + b ditampung di fungsi itung (lihat baris ke-5) dan hasil itu diberikan ke variabel hasil (baris 9).

Lalu apa perbedaan prosedur dan fungsi? Prosedur hanya bisa menjalankan perintah dan tidak mengembalikan nilai (lihat kembali contoh program prosedur sebelumnya). Sedangkan fungsi bisa mengembalikan nilai untuk di tampilkan dilayar atau diolah lagi. Bila kita punya fungsi yang bernama CekSaldo, maka CekSaldo bisa berfungsi seperti variabel sama seperti pada fungsi Itung di atas.

Bagaimana? mudah bukan? gunakan prosedur dan fungsi sesuai kebutuhan. Terkadang fungsi lebih berguna dan efisien dibandingkan dengan prosedur.

LOOPING (pascal bag:IV)

Looping? apa hayoo…? masih ingatkan pelajaran fisika SMU, adakan pelajaran tentang looping dirangkaian elektronik. Looping adalah proses pengulangan hingga kondisi syarat yang ditentukan tercapai. Sekarang kita ngebahas 3 jenis looping, for, while dan repeat. Perhatikan contoh di bawah ini:

1: Program Tutorial3_for;

2: var i: Integer;

3: Begin

4:   For i:=1 to 5 do

5:     writeln(‘ini yang ke ‘, i);

6: End.

Perhatikan baris 4 dan 5. Di sana ada satu persyaratan, yaitu baris ke-5 akan dieksekusi bila nilai i antara 1 sampai 5. Apa output yang tercetak dilayar?

ini yang ke 1

ini yang ke 2

ini yang ke 3

ini yang ke 4

ini yang ke 5

Bagaimana kalo mau pake while? Perhatikan contoh:

1: Program Tutorial3_while;

2: var i: Integer;

3: Begin

4: i:=1;

5:   while i < 5 do

6:     begin

7:       writeln(‘ini yang ke ‘, i);

8:       i:=i+1;

9:     end;

10: End.

Apa perbedaan mendasar while dengan for? yup, di while dibutuhkan counter (diprogram ini adalah i). Jadi, baris ke-7 dan 8 akan dieksekusi (dijalankan) apabila nilai i < 5. Coba liat baris ke 6, di sana ada “begin” dan “end;” sebagai pasangannya (dibaris ke 9). Bila ada lebih dari satu pernyataan harus di mulai dengan begin untuk kondisi if, case, looping. Jika tidak hanya baris pertama saja yang dieksekusi. Apa outputnya?

ini yang ke 1

ini yang ke 2

ini yang ke 3

ini yang ke 4

Coba baris ke 8 kamu ganti dengan “i:=i-1;” apa yang terjadi? Coba jalankan. Akan terjadi looping terus menerus karena kondisinya memenuhi syarat terus (i selalu kurang dari lima). Tekan control break untuk menghentikannya. Hal inilah yang disebut invinitive loop. Sekarang kita coba dengan repeat.

1: Program Tutorial3_while;

2: var pilih: char;

3: Begin

4:   i:=1;

5:   repeat

6:     writeln(‘ini yang ke ‘,i);

7:     i:=i+1;

8:     until i<0;

9: End.

Apa outputnya? cuman 1, “ini yang ke 1”. Loh kok bisa, kan pada baris ke 8 tidak memenuhi persyaratan i<0 ? Memang nggak memenuhi persyaratan itu, tapi ini adalah keistemewaan repeat. Ia akan mengeksekusi sekali dulu baru dicek persyaratan yang ada dibawah.

Kelar juga ngebahas looping. Gunakan jenis looping yang ada seseuai kebutuhan. O iya, apa yang dilakukan bila tertulis seperti ini? “For i:=10 downto 1 do”. Pernyataan itu akan menghitung mundur dari 10 sampai 1.

PENGGUNAAN KONDISI (pascal bag:III)

Tutorial yang kedua ini akan dibahas mengenai pernyataan kondisi, if dan case.

1: Program Tutorial2_if;

2: var pilih: Integer;

3: Begin

4:   write(‘Pilih 1 atau 2’); readln(pilih);

5:   if pilih=1 then write(‘Anda memilih 1’)

6:   elseif pilih=2 then write(‘Pilihan anda 2’)

7:   else write(‘Anda memilih yang lain’)

8: End.

Perhatikan baris 5, 6 dan 7. Di situ ada 3 pernyataan kondisi if. Apabila pilihan yang kita ketik ada di satu kondisi, maka yang lain akan diabaikan. Bingung? gini maksudnya… Misal pada program di atas kita pilih 2. Pada saat program dijalankan, baris ke-5 akan di eksekusi. Berhubung pilihan kita 2 bukan 1, maka akan langsung pindah kebaris selanjutnya. Ternyata pada baris ke-6 kondisi itu terpenuhi, maka yang tercetak dilayar adalah “Pilihan anda 2”. Baris ke-7 tidak diperiksa lagi karena baris ke 6 sudah memenuhi syarat.

Bila kita memilih 3, maka baris ke-5 dan ke-6 tidak memenuhi konsisi tersebut, maka yang tercetak adalah “Anda memilih yang lain”.

Selain dengan if, pernyataan kondisi di atas bisa juga menggunakan case. Perhatikan contoh:

1: Program Tutorial2_case;

2: var pilih: char;

3: Begin

4:   write(‘Pilih 1 atau 2’); readln(pilih);

5:   case pilih of

6:     ‘1’: write(‘Anda memilih 1’);

7:     ‘2’: write(‘Pilihan anda 2’);

8:     else write(‘Anda memilih yang lain’);

9:   end;

10: End.

Keterangannya gak jauh beda dengan kondisi if kok. Coba amati pada baris ke 9, di sana ada pernyataan “end;”. Pernyataan itu berfungsi untuk menutup pernyataan case yang dimulai pada baris ke-5. Perlu diingat “end” disertai dengan titik hanya untuk diakhir program.