Algoritma Kriptografi Modern

Kriptografi modern merupakan kelanjutan dan revisi atas kriptografi klasik yang telah ada sebelumnya. Pada kriptografi modern umumnya bertujuan untuk mengamankan transaksi digital yang dikirim melalui jaringan komputer.  Secara umum algoritma kriptografi modern bisa dibedakan atas :

1. Algoritma Simetri, ialah algoritma yang menggunkan kunci yang sama pada enkripsi dan dekripsinya.

2. Algoritma Asimetri , merupakan kebalikan dari algoritma di atas, jadi pada asimetri menggunakan kunci yang berbeda pada proses enkripsi dan dekripsinya.

Contoh dari turunan algoritma simetri adalah :

  • DES (Data Encryption Standard)
  • 3DES (Triple Data Encryption Standard)
  • AES (Advance Encription Standard)
  • IDEA (International Data Encryption Algoritma)
  • A5
  • RC4

Sedangkan turunan algoritma asimetrik adalah :

  • RSA (Rivest, Shamir, and Adleman)
  • Knapsack Markle-Hellman
  • ElGamal Algoritma
  • Fungsi Hash satu arah
  • Algoritma DMDC (DES-like Message Digest Computation)
  • MD-5 , fungsi hash yang sering dipakai untuk jaringan komputer dan internet
  • ECC (Elliptic Curve Cryptosystem)
Iklan

Struktur Jaringan Novell NetWare

Ide pokok dari jaringan mungkin sudah setua usia telekomunikasi itu sendiri. Coba anda bayangkan ketika anda harus tinggal di jaman batu, yang ketika itu gendang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi satu dengan lainnya. Andaikan manusia gua A ingin mengundang manusia gua B untuk bermain, tapi jarak B terlalu jauh dari A untuk mendengar suara gendang yang dibunyikannya. Apa yang akan dilakukan oleh A? Mungkin si A akan datang langsung ke tempat B, membunyikan gendang yang lebih besar, atau meminta C yang tinggal di antara A dan B untuk menyampaikan pesan ke B. Pilihan terakhir inilah yang merupakan dasar dari jaringan.

Baca lebih lanjut

Apa dan Bagaimana Internet Itu ?

Pengertian dan Sejarah Internet

Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Secara fisik dianalogikan sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan.

Node bisa berupa komputer, jaringan lokal atau peralatan komunikasi, sedangkan garis penghubung antar simpul disebut sebagai tulang punggung (backbone) yaitu media komunikasi terestrial (kabel, serat optik, microwave, radio link) maupun satelit . Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dipakai pengguna untuk mencari, menempatkan dan atau bertukar informasi di Internet.

Baca lebih lanjut

Menghitung IP

Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.
Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.

Kita mulai … lebih cepat lebih baik…

Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :

  192.168.100.1		netmask	255.255.255.248 atau
  192.168.50.16		netmask	255.255.255.240 ...???

Teori Singkat & Umum

Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit.
Conto :

		  8 bit			8 bit		8 bit		8 bit
  192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0  0 . 0 0 0 0 0 0 0 1
		  192	       . 168	        . 0 	          . 1

Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :

Kelas IP

IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.

  • Kelas A
  • Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

    Bit Pertama	: 0
    Net-ID		: 8 bit
    Host-ID		: 24 bit
    Range IP		: 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
    Jumlah IP	: 16.777.214
    Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
  • Kelas B
  • Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

    2 Bit Pertama	: 10
    Net-ID		: 16 bit
    Host-ID		: 16 bit
    Range IP		: 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
    Jumlah IP	: 65.532
  • Kelas C
  • 3 Bit Pertama	: 110
    Net-ID		: 24 bit
    Host-ID		: 16 bit
    Range IP		: 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255
    Jumlah IP	: 254
  • Kelas D
  • 4 Bit Pertama	: 1110
    Byte Inisial	: 224 - 247
    Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
  • Kelas E
  • 4 Bit Pertama	: 1111
    Byte Inisial	 : 248 - 255
    Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental

    -> Network ID (Net-ID)

    Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
    Conto :

    1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
    2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
    Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.

    -> IP Broadcast

    Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .

    Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.

    -> Subnet Mask (Netmask)

    Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :

  • membedakan Net-ID dan Host-ID
  • menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
  • Kelas A	: 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
    Kelas B	: 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
    Kelas C	: 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

    Conto :
    sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0

    .

    -> Prefix

    Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24

    -> Jumlah IP yang tersedia

    Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)

    Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..

    -> Jumlah Host

    Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.

    Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2

    -> IP Public

    Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
    Conto :
    202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst

    Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.

    -> IP Private

    Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
    Conto :
    192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst

    Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.

    Memulai Perhitungan

    Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

    Cara membaca :

    Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
    Apabila pada kolom pertama di beri nilai ‘1’ dan yg lainnya bernilai ‘0’ ( .10000000 ) maka

    1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
    2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
    3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
    4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
       192.168.0.0 - 192.168.0.127	-> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen
       192.168.0.128 - 192.168.0.255
    5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
    Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai ‘1’ ?

     

    Latihan

    • ada alamat  IP sebagai berikut :
    •   A. 192.168.0.10/28
        B. 192.168.0.15/netmask 255.255.255.240
        C. 192.168.0.16/28
        D. 192.168.0.20 netmask 255.255.255.240
        E. 192.168.0.20/28
        F. 192.168.0.9/30
        G. 192.168.0.11/255.255.255.250
    		  8 bit			8 bit		8 bit		8 bit
      192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0  0 . 0 0 0 0 0 0 0 1
    		  192	       . 168	        . 0 	          . 1

    Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :

    Kelas IP

    IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.

  • Kelas A
  • Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

    Bit Pertama	: 0
    Net-ID		: 8 bit
    Host-ID		: 24 bit
    Range IP		: 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
    Jumlah IP	: 16.777.214
    Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
  • Kelas B
  • Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

    2 Bit Pertama	: 10
    Net-ID		: 16 bit
    Host-ID		: 16 bit
    Range IP		: 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
    Jumlah IP	: 65.532
  • Kelas C
  • 3 Bit Pertama	: 110
    Net-ID		: 24 bit
    Host-ID		: 16 bit
    Range IP		: 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255
    Jumlah IP	: 254
  • Kelas D
  • 4 Bit Pertama	: 1110
    Byte Inisial	: 224 - 247
    Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
  • Kelas E
  • 4 Bit Pertama	: 1111
    Byte Inisial	 : 248 - 255
    Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental

    -> Network ID (Net-ID)

    Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
    Conto :

    1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
    2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
    Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.

    -> IP Broadcast

    Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .

    Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.

    -> Subnet Mask (Netmask)

    Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :

  • membedakan Net-ID dan Host-ID
  • menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
  • Kelas A	: 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
    Kelas B	: 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
    Kelas C	: 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

    Conto :
    sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0

    .

    -> Prefix

    Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24

    -> Jumlah IP yang tersedia

    Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)

    Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..

    -> Jumlah Host

    Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.

    Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2

    -> IP Public

    Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
    Conto :
    202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst

    Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.

    -> IP Private

    Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
    Conto :
    192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst

    Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.

    Memulai Perhitungan

    Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

    Cara membaca :

    Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
    Apabila pada kolom pertama di beri nilai ‘1′ dan yg lainnya bernilai ‘0′ ( .10000000 ) maka

    1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
    2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
    3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
    4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
       192.168.0.0 - 192.168.0.127	-> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen
       192.168.0.128 - 192.168.0.255
    5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
    Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai ‘1′ ?Di kutib dari  http://www.smkn1lmj.sch.id/sim/tutorial/MenghitungIPAddressdgnCepat.htm

    //

    Leave a Reply

    Name (required)

    Mail (will not be published) (required)

    Website

    <!–XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    –>

    //

    Type the two words:Type what you hear:Incorrect. Try again.
    Get a new challenge
    Get an audio challengeGet a visual challenge
    Help

    //

    //

    Internet Protocol(IP)

    Walaupun b

    agi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.

    Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah :

    InterNIC Registration Services Network Solution Incorporated 505 Huntmar Park Drive, Herndon, Virginia 22070 Tel: [800] 444-4345, [703] 742-4777 FAX: [703] 742-4811 E-mail: domreg@apnic.net http://www.apnic.net

    Baca lebih lanjut

    Cara Install Novell Netware Client for Windows

    Pada Kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara install Novell Netware Client for Windows.

    Persiapan sebelum install

    Untuk berhasil menyelesaikan prosedur install, pastikan bahwa server anda  memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    • Menjalankan Microsoft Windows Server 2003
    • Mempunyai jaringan konektivitas ke server berjalan Novell Group Wise
    • Dapat menyelesaikan nama dari server yang menjalankan Novell NetWare

    Juga, memastikan bahwa server berjalan Novell NetWare dan Novell Group Wise memiliki diinstal perangkat lunak berikut:

    • Novell NetWare 3.x atau release terbaru
    • Novell NetWare Administrator
    • Novell Group Wise 4.1 atau release terbaru
    Prosedur
    Untuk menginstall Novell Netware Client for Windows
    1. Pada Novell NetWare Klien CD, buka \ WINNT \ i386 direktori dan double-klik file SetupNW.exe.
    2. Dalam Perjanjian Lisensi Perangkat Lunak kotak dialog, membaca perjanjian lisensi dengan hati-hati, dan jika Anda setuju dengan syarat-syarat perjanjian lisensi, klik Yes.
    3. Dalam Instalasi Klien Novell kotak dialog, klik Khas Instalasi, kemudian klik Install.
    4. Ketika instalasi selesai, klik Reboot untuk restart server Anda.
      Instalasi Novell Netware Client for Windows

    novell

    Demikian Cara singkat  install novell netware client,Karena server tempat saya kerja menggunakan aix jadi penjelasan saya terlalu singkat.
    selamat mencoba:)

    Prosedur (procedure) #pascal

    Prosedur (procedure) merupakan suatu blok kode program yang disusun untuk menyelesaikan masalah umum. Misalkan dalam bahasa pemrograman pascal dikenal prosedur-prosedur seperti writeln, clrscr, textbackground, textcolor, readln, dsb. Pemanggilan prosedur-prosedur tersebut bervariasi antara satu prosedur dengan prosedur yang lainnya. Misalkan prosedur clrscr yang berfungsi untuk menghapus seluruh tulisan di layar monitor dan meletakkan posisi kursor di X=0 dan Y=0. Prosedur clrscr dalam pemanggilannya tidak membutuhkan parameter; prosedur writeln/write berufungsi untuk mencetak keluaran (output) ke layar monitor. Prosedur writeln/write bisa dipanggil dengan mengikutkan parameter atau tanpa mengikutkan parameter. Sebagai contoh diinstruksikan ke penterjemah (compiler) Pascal untuk memindahkan posisi kursor turun satu baris (Nilai Y Bertambah) dan X tetap di posisi 0 seperti terlihat pada kode berikut:

    begin
    writeln;
    end.

    Pada kode di atas dipanggil prosedur writeln tanpa diikuti parameter. Pascal memahami bahwa bila pemanggilan prosedur writeln tanpa parameter maka posisi kursor di monitor berubah yaitu kursor kembali ke posisi X=0 (Carriage Return) dan Posisi Y tambah Satu – Turun Satu Baris (Line Feed).

    Baca lebih lanjut