Penyebab kerusakan Prosessor komputer

Prosessor merupakan otak utama dalam komputer. Kecepatannya mempengaruhi performa sebuah komputer. Sebagai alat yang terdiri dari jutaan transistor, Prosessor memiliki perbedaan dari pada hardware yang lain, yaitu dalam menghasilkan panas. Oleh karena itu, setipa Processor yang kita jumpai pasti memerlukan alat pendingin.

Ada beberapa hal yang bisa membuat Processor mengalami kerusakan, bahkan bisa dikatakan Processor tersebut hangus terbakar. Diantaranya :

  1. Sistem pendingin yang kurang sempurna, baik itu dari kipas pendingin pada processor maupun pada CPU. Sebenarnya kalau masalah temperature yang tidak terkendali, kita tidak perlu khawtir. Sebab secara default, system BIOS diprogram untuk mematikan komputer jika seandainya suhu Processor berada diatas normal. Terkecuali jika program tersebut di non aktifkan (disable).
  2. Tidak seimbangnya Processor dengan memory RAM. Kebanyakan komputer yang yang dijual utuh (tidak rakitan) memiliki komposisi ukuran Processor dan memory RAM yang seimbang. Misalnya kalau Processornya 3 Gb, maka biasanya ukuran Memory RAM nya 512 Mb sampai 1 Gb. Menambah ukuran Memory RAM memang bisa menambah kecepatan komputer. Namun kita harus berhati-hati, ketidak seimbangan antara keduanya akan menyebabkan rusaknya Processor bahkan hardware yang lainnya.
Iklan

Penyebab CPU Sering Mati

CPU Mati” merupakan Masalah besar pada sebuah komputer. Sebab CPU adalah salah satu Hardware utama yang sangat penting dalam komputer. CPU terdiri dari beberapa komponen seperti Motherboard, Processor, harddisk dll. Ukuran dan model CPU sangat beragam. Mulai dari yang Type tower, horizontal sampai CPu yang berukuran kecil.

Deskripsi CPU

Kemampuan CPU tergantung pada kecepatan dan kapasitas komponen didalamnnya. Selain itu keseimbangan komponen tersebut mempengaruhi stabilitas sebuah CPU. Kecepatan Processor yang tinggi tak akan bekerja dengan baik jika tidak di imbangi dengan Kapasitas RAM yang memadai.

Penyebab CPU Mati dan Solusinya

Jika semua kompunen terpasang dengan baik. Maka CPU pun akan bekerja dengan baik. Namun jika ada sedikit masalah, maka CPU bisa saja berkerja dengan buruk bahkan bisa sampai mati. Berikut ini ada beberapa penyebab kenapa CPU mati:

  1.   Kabel Tombol Power tidak terpasang. Solusinya ialah dengan mencari Jack dari kabel Power pada Casing CPU dan memasangkannya pada PIN Power pada Motherboard.
  2. Power Supply tidak berfungsi. Solusinya ialah dengan memastikan apakah kabel Power sudah tersambung dengan listrik dan saklarnya pada Posisi ON. Jika masih tidak hidup, matikan aliran listrik, lalu coba gunakan indra penciuman, jika tercium bau sesuatu yang terbakar, itu artinya power supply sudah tidak berfungsi, namun biasanya keruksakan tersebut masih bisa di perbaiki.
  3. Ada beberapa kabel belum terpasang dengan baik. Cek dan pastikan semuanya terpasang dengan baik termasuk kabel Power Supply.
  4. Periksa kipas /Fan prosesor berfungsi baik atau sudah rusak.

Ketiga point diatas adalah langkah awal ketika menghadapai masalah CPU mati. Inti dari langkah pertama diatas adalah memeriksa aliran listrik dari luar dan dalam CPU.

Namun bagaimana jika Lampu CPU menyala, tapi CPU tidak berfungsi? Seperti tidak ada suara beep, atau tampilan blank di monitor. Biasanya ini terjadi dikarenakan processor tebakar, penyebab detailnya kenapa processor bisa terbakar

s : imam77.blogspot.com

Laptop susah nyala!!!

Laptop yang setia menemaniku sejak 2005 itu bermasalah ,susah nyala nya sampe di tepuk tepuk berulangkali baru nyala.

lama lama bosan dengan kondisi ini saya bongkar dell inspiron 6000 secara ekstrim,di copot satu persatu kemudian test pada masing masing spart part sampai penyakitnya ditemukan.

dan pada akhirnya penyakitnya adalah salah satu RAM nya rusak,setelah di lepas RAM yang rusak tadi dan dirakit kembali sembuhlah notebook saya ini.

Dari pengalaman ini saya mengajak rekan rekan untuk berani mencoba ,research tentang suatu masalah ,jangan dijadikan masalah seperti kita nggak sanggup menangani.belajar dan belajar sehingga kita akan mendapatkan ilmu yang berguna kelak nanti .akhir kata “selamat mencoba sesuatu yang baru “

tips install komputer kena blue screen!!

Enak Enak Ngeinstal Tau Tau Kena Blue Screen ? Pasti jengkel kan apalagi dah lama nunggu eh tau tau nge restar t,ada tips nih !!!

Step 1) Siap Kan Note Pad Dan Winrar
Step 2) Buka Notepad
Step 3) Masukan Kode Script ini

Baca lebih lanjut

Apasih Linux itu?

Linux adalah Operating System seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser.
Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP.

Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial.

Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di Internet, tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.

Linux pertama kali dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan jagoan UNIX di Internet. Sekarang Linux bisa diperoleh dari distribusi-distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain. Kernel yang digunakan adalah sama-sama Linux, sedangkan perbedaannya hanyalah paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init style, dll.

Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung selera. Jika diperdebatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak akan pernah ada habisnya.

Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih.

Baca lebih lanjut

INPUT / OUTPUT

Di samping CPU dan sejumlah modul memori, elemen penting ketiga sistem komputer adalah sejumlah modul I/O. Modul tersebut merupakan interface bagi bus sistem atau switch sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral. Modul I/O bukan hanya merupakan konektor mekanis sederhana yang menghubungkan suatu perangkat dengan bus sistem. Akan tetapi modul I/O berisi sesuatu yang “cerdas”, yaitu berisi logik untuk melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dengan bus.

Beberapa alasan tidak dihubungkannya peripheral dengan bus sistem secara langsung adalah :

  • Terdapat beraneka ragam peripheral yang memiliki bermacam-macam metode operasi. Maka akan tidak sangat praktis untuk menggabungkan logik tertentu ke dalam CPU dengan maksud untuk mengontrol  sejumlah perangkat
  • Laju transfer data peripheral sering kali jauh lebih lambat dibandingkan dengan laju transfer data memori atau CPU. Jadi, tidaklah praktis menggunakan bus sistem berkecepatan tinggi untuk melakukan komunikasi langsung dengan peripheral
  • Peripheral sering kali menggunakan format data dan panjang word yang berlainan dibandingkan dengan komputer yang disambungkan dengannya

Jadi, diperluakan modul I/O. Modul ini memiliki dua buah fungsi utama :

  • Sebagai interface ke CPU dan memori via bus sistem atau switch sentral
  • Sebagai interface ke sebuah perangkat peripheral atau lebih dengan menggunakan link data tertentu

  1. A. PERANGKAT EKSTERNAL

Sistem komputer tidak akan berguna tanpa adanya peralatan input dan output. Operasi-operasi I/O diperoleh melalui sejumlah perangkat eksternal yang menyediakan alat untuk pertukaran data di antara lingkungan luar dengan komputer. Perangkat eksternal dihubungkan dengan komputer oleh suatu link dengan modul I/O

Baca lebih lanjut

PERBEDAAN RAM dan ROM

Read Only Memory (ROM), berfungsi untuk menyimpan pelbagai program yang berasal dari pabrik komputer. Sesuai dengan namanya, ROM (Read Only Memory), maka program yang tersimpan didalam ROM, hanya bisa dibaca oleh parapemakai.

Random Access Memory (RAM), merupakan bagian memory yang bisa digunakan oleh para pemakai untuk menyimpan program dan data.

ROM bisa diibaratkan sebuah tulisan yang sudah tercetak, dimana pemakai hanya bisa melakukan pembacaan data yang ada didalamnya tanpa bisa melakukan perubahan apapun pada tulisan yang ada. ROM biasanya berisi instruksi/program khusus yang bisa digunakan pemakai untuk memanfaatkan komputer secara maksimal.

RAM berfungsi untuk menyimpan program dan data dari pemakai komputer dalam bentuk pulsa-pulsa listrik, sehingga seandainya listrik yang ada dimatikan, maka program dan data yang tersimpan akan hilang. ROM menyimpan program yang berasal dari pabrik dalam bentuk komponen padat, sehingga tidak akan mengalami gangguan seandainya aliran listrik terputus. Isi RAM bisa dihapus oleh pemakai komputer, isi ROM tidak.

Secara pisik, RAM berbentuk seperti sebuah chip yang sangat kecil, dan saat ini mampu menyimpan data antara 8 MB hingga 32 GB. Apabila pemakai komputer ingin menambah kapasitas memory yang dimilikinya, pemakai tinggal menambahkan chip RAM pada tempat yang telah disediakan (chip-set).

Jika sebuah PC dinyalakan, program yang ada didalam ROM segera mencari lokasi yang digunakan untuk menyimpan operating system apakah terdapat pada disket ataupun harddisk. Jika diketemukan, maka OS ini segera dipindahkan kedalam RAM. Tahap ini dikenal sebagai boot-up. Untuk selanjutnya, program-program aplikasi seperti misalnya: Windows dan lainnya juga dipindahkan kedalam RAM, dan kini komputer siap digunakan oleh pemakai.

Dengan demikian, semakin besar program-program yang digunakan, semakin besar pula tempat yang harus disediakan oleh RAM.

RAM terbagi menjadi: Input Area, Program Area, Working Area, Output Area. ROM biasanya berisi: Program BIOS (Basic Input Output System), program ini berfungsi untuk mengendalikan perpindahan data antara microprocessor kekomponen lain yang meliputi keyboard, monitor, printer dan lainnya. Program BIOS juga mempunyai fungsi untuk self-diagnostik, atau memeriksa kondisi yang ada didalam dirinya. Program Linkage/Bootstrap, bertugas untuk memindahkan operating system yang tersimpan didalam disket untuk kemudian ditempatkan didalam RAM.

Misalnya, dengan memberi instruksi “SIMPAN” pada sebuah file MS-Word, maka sinyal ini segera dikirm ke-operating sistem. OS segera memeriksa apakah file yang ada benar-benar dapat disimpan, misalnya: nama file sudah benar, disket yang digunakan tidak dalam posisi “read-only” dan sebagainya. Jika semua sudah benar, maka OS segera menggerakkan peralatan yang ada untuk menyimpan file yang bersangkutan dibawah pengawasan BIOS.

ref:

Hartono, Jogiyanto. 2004. Pengenalan Komputer. Yogyakarta: Andi