AVR (Automatic Voltage Regulator)

silkan di unduh

AVR

 

 

 

sc:dunia-listrik.blogspot.com

Iklan

gangguan Trafo

Salah satu penyebab gangguan trafo adalah kelebihan beban atau overload,ini terjadi dikarenakan daya yang terpasang melebihi kapasitas daya trafo.Hal ini mungkin terjadi dikarenakan situasi dan kondisi dimana stok untuk trafo pengganti dengan kapasitas daya yang lebih besar belum ada.
Saya sering menjumpai faktor gangguan semacam ini dan seiring perjalanan waktu pihak PT.PLN (persero) telah melakukan suatu tindakan preventive dengan melakukan pengukuran daya pada jam jam beban penuh,sehingga untuk trafo dengan beban 100% bisa segera diajukan mutasi untuk daya yang lebih besar.
Tindakan preventive ini setidaknya bisa menekan angka gangguan pada trafo-trafo milik PLN walaupun banyak macam-macam gangguan trafo yang belum saya samapaikan disini.Tetapi modal awal pengukuran serta melihat kondisi suatu trafo adalah hal penting untuk melakukan tindakan selanjutnya.

————————————————————————————

smapai bertemu lagi dengan tulisan  selanjutnya tentang “gangguan trafo”,saya akan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai  😉

ETAP 5.0.3 (Enterprise Solution for Electrical Power Systems)

ETAP Enterprise Solution for
Electrical Power Systems

ETAP is the most comprehensive analysis platform for the design, simulation, operation, control, optimization, and automation of

generation, transmission, distribution, and industrial power systems

ETAP Star Features Include:

* Graphically Adjustable Device Settings
* Sequence-of-Operation of Protective Devices
* Embedded Fault & Motor Acceleration Analyses
* Extensive Device Library (Verified & Validated)
* Phase & Ground Coordination Modes
* Multi-Function Universal Relays (50/51 P, N, G, SG, 51V, 67, 46, & more)
* Built-In Interface with Relay Hardware
* Display Actual Relay Transient Response
* User-Definable Device Library Database
* Fixed Point / Damage Curve Modeling
* Graphical Time-Difference Calculator
* Automatic Current & Voltage Scaling of TCC View
* Advanced Curve-Fitting Algorithms
* Auto Clipping for All Protective Devices
* Click & Drag Curves to Adjust Settings
* Automatic Layout of the One-Line Diagram in Star View
* Print or Plot on Multiple Pages
* Automatically Shrink to Fit on a Single Page
* Print or Plot to Various Paper Sizes, Inc.ding Full Size Plotters
* Print Comprehensive Reports of Input Data & Study Results
* Customizable Print Functionality, Legends, & Device Labeling
* Display Input Data & Study Results on the Drawing

http://rapidshare.com/files/24511876/ETAP_5.0.3.part01.rar
http://rapidshare.com/files/24513123/ETAP_5.0.3.part02.rar
http://rapidshare.com/files/24514453/ETAP_5.0.3.part03.rar
http://rapidshare.com/files/24515581/ETAP_5.0.3.part04.rar
http://rapidshare.com/files/24516565/ETAP_5.0.3.part05.rar
http://rapidshare.com/files/2451756/ETAP_5.0.3.part06.rar
http://rapidshare.com/files/24518491/ETAP_5.0.3.part07.rar
http://rapidshare.com/files/24518887/ETAP_5.0.3.part08.rar

my favorite software 🙂 jgn lupa beli originilnya

PENGERTIAN TRANSFORMATOR ELECTRIC

Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan listrik bolak-balik (AC)
Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari lempengan2 besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi. Sedangkan untuk trafo frekuensi tinggi (digunakan pada rangkaian2 Radio Frequency/RF) menggunakan inti ferit (serbuk besi yang dipadatkan).

Pada penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah impedansi. (hah makanan apaan tuh impedansi?!)
Wah kalo ngejelasin impedansi bakal habis postingan ini, ntar deh saya jelaskan tentang impedansi lain waktu aja ya :-). Balik lagi ke trafo, untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step Down Trafo) yang digunakan pada peralatan2 elektronik tegangan rendah, adaptor, pengisi battery dsb. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan dengan tegangan AC misalnya 220 volt maka pada bagian skundernya akan mengeluarkan tegangan yang lebih rendah. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar tegangan yang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal, misalnya 3 volt, 6 volt atau 12 volt dsb.

Sementara itu trafo penaik tegangan (Step Up Trafo) adalah kebalikan dari step down trafo yaitu untuk menaikkan tegangan listrik AC. Sebuah trafo penurun tegangan bisa juga kita gunakan untuk menaikkan tegangan dengan membalik bagian primernya menjadi skunder dan bagian skunder menjadi primer, tentu dengan memperhatikan tegangan kerja trafo tersebut. Contoh penggunaan trafo penaik tegangan adalah pada rangkaian emergency light/lampu darurat yang menyala saat PLN padam dan UPS pada PC. Prinsip kerjanyanya adalah tegangan DC (searah) yang berasal dari battery diubah menjadi tegangan AC (bolak-balik) lalu dinaikan menjadi 220 volt oleh trafo sehingga mampu menyalakan lampu atau PC di saat PLN padam.

Secara (bukan karena;-)) prinsip trafo penurun tegangan adalah jumlah lilitan primernya lebih banyak dari pada jumlah lilitan skundernya. Sedangkan trafo penaik tegangan memiliki jumlah lilitan primer lebih sedikit dari pada jumlah lilitan skundernya. Jika dilihat dari besarnya ukuran kawat email yang digunakan, trafo penurun tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih kecil pada lilitan primernya. Sebaliknya trafo penaik tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih besar pada lilitan primernya. Hal ini dikarenakan pada trafo penurun tegangan out put (keluaran) arus listriknya lebih besar, sedangkan trafo penaik tegangan memiliki out put arus yang lebih kecil. Sementara itu frekuensi tegangan pada in put dan out putnya tetap (tidak ada perubahan). Parameter lain adalah efisiensi daya trafo. Dalam kinerjanya trafo yang bagus memiliki efisiensi daya yang besar (sekitar 70-80%). Daya yang hilang biasanya keluar menjadi kalor/panas yang timbul pada saat trafo bekerja. Trafo yang memiliki efisiensi tinggi dibuat dengan teknik tertentu dengan memperhatikan bahan inti trafo, kerapatan lilitannya serta faktor2 lainnya.

Untuk mengetahui sebuah trafo masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO meter. Caranya posisikan AVO meter pada posisi Ohm meter, lalu cek lilitan primernya harus terhubung. Demikian juga lilitan sekundernya juga harus terhubung. Sedangkan antara lilitan primer dan skunder tidak boleh terhubung, jika terhubung maka trafo tersebut konslet (kecuali untuk jenis trafo tertentu yang memang didesain khusus untuk pemakaian tertentu). Begitu juga antara inti trafo dan lilitan primer/skunder tidak boleh terhubung, jika terhubung maka trafo tersebut akan mengalami kebocoran arus jika digunakan. Secara fisik trafo yang bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan rapat serta jika digunakan tidak bergetar, sehingga efisiensi dayanya bagus. Dalam penggunaannya perhatikan baik2 tegangan kerja trafo, tiap tep-nya biasanya ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V – 110V – 220V, untuk tegangan 220 volt gunakan tep 0V dan 220V, sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V dan 110V, jangan sampai salah atau trafo kita bakal hangus! Dan pada skundernya misalnya 0V – 3V – 6V – 12V dsb, gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan. Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik tengah. Contoh misalnya 12V – CT – 12V, artinya jika kita gunakan tep CT dan 12V maka besarnya tegangan adalah 12 volt, tapi jika kita gunakan 12V dan 12V besarnya tegangan adalah 24 volt.

Besarnya arus listrik yang bisa di supply oleh sebuah trafo biasanya juga dicantumkan misalnya 0.5 Amp, 1 Amp, 5 Amp dsb. Sesuaikan dengan kebutuhan jika membeli atau menggunakannya agar bisa berfungsi normal dan efisien.

Jenis2 trafo yang lain adalah trafo OT(Output Trafo) dan IT(Input Trafo). Trafo jenis ini banyak digunakan pada peralatan audio. Untuk trafo frekuensi tinggi mungkin nanti akan kita bahas pada bagian Radio Frekuensi (RF) karena penggunaannya lebih banyak dalam rangkaian2 RF.