aljabar relasional

Bahasa query formal basis data relasional adalah bahasa untuk meminta informasi dari basis data. Sebelum basis data relasional, query terhadap basis data merupakan tugas yang sangat sukar. Pemogram harus berususan dengan skema fisik internal dari basis data.
Bahasa query relasional misalkan SQL (sructured query language) berbeda dengan bahasa
pemrograman konvensional. Di SQL, kita menspesifikasikan  properti – properti informasi yang hendak
diambil tapi tidak mencantumkan rincian algoritma pengambilan. SQL adalah deklaratif,  yaitu pada
query dideklarasikan informasi yang merupakan jawaban yang dikehendaki bukan cara komputasi.
Query kompleks  yag diperlukan pada kebanyakan aplikasi nyata memerlukan  pengetahuan
mendalam mengenai bahasa da semantiknya. Bahasa query  relasional formal merupakan  bahasa
antara yang digunakan basis data, yaitu SQL dikonversi menjadi bahasa  rlasional formal sehingga
dapa diterapkan sekumpulan informasi untuk memperoleh query paling efisien. Terdapat dua jenis
bahasa query relasional formal yang utama, yaitu:
1.  Aljabar relasional.
2.  Kalkulus relasional.

9.1. Aljabar relasional
Relational Algebra  (aljabar relasional) merupakan kumpulan operasi terhadap relasi
dimana setiap operasi menggunakan satu atau lebih relasi untuk menghasilkan satu relasi yang
baru dan termasuk kategori prosedural dan juga menyediakan seperangkat operator untuk
memanipulasi data.
Terdapat  lima operasi dasar dalam aljabar relasional, yaitu:
1.  Selection ( σ )
2.  Projection ( π )
3.  Cartesian – product ( X, juga disebut sebagai cross product )
4.  Union ( ∪ )
5.  Set – difference ( – )

Selengkapnya bisa di download

 

Iklan

Perancangan Basis Data

Basis data sebagai kumpulan dari data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kemudian dapat dimanfaatkan lagi dengan cepat dan mudah (Abdul Kadir, 2002: 39).

Definisi basis data (database) sangatlah bervariasi. Basis data dapat dianggap sebagai kumpulan data yang terkomputerisasi, diatur dan disimpan menurut salah satu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Secara sederhana basis data dapat diungkapkan sebagai suatu pengorganisasian  data dengan bantuan komputer yang memungkinkan  data dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Tujuan awal dan utama dalam pengolahan data pada sebuah basis data adalah agar dapat menentukan kembali data (data yang dicari) dengan mudah dan cepat. Di samping itu, pemanfaatan data untuk pengolahan data juga memiliki tujuan-tujuan tertentu. Secara lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan sebagai berikut :

Baca lebih lanjut

Kunci

Penentuan kunci merupakan hal yang penting dalam basis data relasional. Kunci tidak sekedar sebagai metode untuk mengakses suatu baris tertentu, tetapi sekaligus menjadi pengenal unik (tidak ada yang kembar) terhadap tabel (Abdul Kadir, 1999: 53). Kunci dapat berupa sebuah atribut atau golongan dari beberapa atribut. identik dengan istilah kolom data. Atribut kunci dibagi menjadi beberapa bagian (Andri Kristanto, 2003: 76), yaitu :

  • a) Kunci kandidat ; yaitu suatu atribut yang mengidentifikasikan secara unik dari suatu kejadian yang sifatnya khusus dari suatu entity. Kunci kandidat ini tidak ganda dan hanya satu.
  • b) Kunci primer ; yaitu kunci kandidat yang dipilih untuk mewakili setiap kejadian dari suatu entity. Kunci primer ini sifatnya unik, tidak mungkin ganda dan tidak mungkin sama.
  • c) Kunci alternatif ; yaitu kunci kandidat yang tidak terpakai sebagai kunci primer. Kunci alternatif dipakai sebagai pengurutan dalam laporan.
  • d) Kunci tamu ; yaitu satu atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukan keinduknya.

ERD (Entity Relationship Diagram)

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :

Baca lebih lanjut

Tutorial Membuat E-R Diagram

Sebelum membuat diagram entity-relationship, saya akan menjelaskan komponen-komponen utama pada diagram E-R tersebut. Komponen-komponen tersebut ialah:

  • Entitas

Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : (Nasabah, Simpanan, Hipotik). Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : (Mahasiswa, mata kuliah). Entitas dalam lingkungan perusahaan terdiri dari : (Mahasiswa, mata kuliah). Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas, Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa, Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien.

  • Atribut (Elemen Data)

Karakteristik dari suatu entitas. Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.

  • Nilai Data (Data Value)

Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina

  • Kunci Elemen Data (Key Data Element)

Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.

  • Record Data

Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan. Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : 10200123, Sulaeman, Jl. Sirsak 28 Jakarta, 8 Maret 1983.

Berikut ini adalah contoh narasi untuk membuat E-R diagram

Komisi Persaingan Usaha Sehat akan membuat sebuah database tentang perusahaan-perusahaan yang diawasi oleh Komisi Persaingan Usaha Sehat tersebut. Dalam database tersebut terdapat 5 entity set yang mana untuk tiap-tiap entity set tersebut terdapat attributs. Pada database tersebut, terdapat data tentang perusahaan utama yang memiliki karyawan. Selain itu perusahaan utama memiliki cabang perusahaan yang mana untuk tiap-tiap cabang perusahaan terdapat karyawan. Perusahaan utama juga menghasilkan produk. Namun tidak ada perusahaan yang membuat nama produk dengan sama.

Dalam database tersebut, perusahaan utama memiliki karyawan. Karyawan yang masuk pada perusahaan utama tersebut ditandai dengan tanggal masuk. Setiap karyawan perusahaan utama bekerja pada satu perusahaan. Setiap perusahaan utama memiliki karyawan. Setiap karyawan perusahaan utama tidak boleh bekerja pada lebih dari satu perusahaan utama. Selain itu karyawan perusahaan utama tidak dapat bekerja pada cabang perusahaan. Data perusahaan utama mencakupi nama perusahaan utama, alamat perusahaan utama, kode perusahaan utama, nomor telepon perusahaan utama. Data karyawan mencakupi nama karyawan perusahaan utama dan nomor pegawai perusahaan utama. Untuk data nomor telepon dapat berulang. Selain itu perusahaan utama memiliki cabang perusahaan. Untuk tiap-tiap cabang perusahaan ditandai dengan tanggal berdiri. Setiap cabang dibawahi oleh satu perusahaan utama. Setiap perusahaan utama boleh lebih dari satu memiliki cabang perusahaan. Data cabang perusahaan mencakupi nama cabang perusahaan, alamat cabang perusahaan, kode cabang perusahaan, nomor telepon cabang perusahaan. untuk nomor telepon dapat berulang. Untuk tiap-tiap cabang perusahaan tersebut memiliki karyawan. Karyawan yang masuk pada cabang perusahaan tersebut ditandai dengan tanggal masuk. Setiap karyawan cabang perusahaan bekerja pada satu cabang perusahaan. Setiap cabang perusahaan memiliki maksimal 10 karyawan. Karyawan cabang perusahaan tersebut tidak dapat bekerja pada cabang perusahaan lain maupun perusahaan utama. Data karyawan cabang perusahaan mencakupi nama karyawan dan nomor pegawai cabang perusahaan. Untuk data nomor telepon dapat berulang. Terakhir, perusahaan utama tersebut menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan ditandai dengan tanggal terdaftar. Setiap produk dihasilkan satu perusahaan. Setiap perusahaan boleh menghasilkan lebih dari satu produk.Data produk mencakupi nama produk, nomor registrasi, dan jenis produk

Berikut ini adalah E-R Diagram dengan contoh narasi diatas:

Diagram E-R

er-diagram

Pendahuluan [sistem basis data]

Konsep Dasar Basis Data

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Keuntungan Sistem Basis Data:

· Terkontrolnya kerangkapan data

Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.

· Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data

Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan

· Dapat dipakai secara bersama (shared)

Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

· Diterapkan standarisasi

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

· Data terjamin

DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)

· Integritas data

Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.

· Keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi

Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat.

· Independence (kemandirian data)

Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.

Kelemahannya dari sistem pemrosesan file ini antara lain :

1. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data)

Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda, sejumlah informasi mungkin memiliki duplikasi dalam beberapa file. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.

2. Kesukaran dalam Mengakses Data

Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu membuat program aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengambilan data.

3. Data terisolir (Isolation Data)

Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format – format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.

4. Masalah Pengamanan ( Security Problem )

Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh mengakses file mata kuliah, tidak boleh mengakses file mahasiswa. Tetapi sejak program-program aplikasi ditambahkan secara ad-hoc maka sulit melaksanakan pengamanan seperti yang diharapkan.

5. Data Dependence

Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat mengakses data.

Tutorial sistem basis data

Sistem Basis Data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Untuk selengkapnya mengenai basis data saya akan menjelaskannya melalui sublink pada blog ini:

  1. Pengantar basis data
  2. Membuat E-R diagram
  3. Tutorial SQL